Saturday , October 20 2018
Home > Berita > Bagi Kami di Papua Tanah Adalah Ibu

Bagi Kami di Papua Tanah Adalah Ibu

MANOKWARI (Bisnis Papua)   Pemerintah provinsi papua telah berinisiatif dan berkomitmen tinggi mewujudkan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan pesatnya pembangunan yang dilaksanakan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP MH mengatakan perlu ada keselarasn dan kebijakan dan impelentasi pembangunan berkelanjutan mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota harus melibatkan masyarakat adat secara partisipasif merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting.

“Jadi, upaya menjaga dan memelihara sumber daya alam dan lingkungan untuk generasi mendatang juga tetap menjadi prioritas utama,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda provinsi papua, DR. Ir. Noak Kapisa, Msc pada pembukaan ICBE 2018 dan Konferensi Internasional di Gedung PKK Pemprov Papua Barat, Manokwari,  Minggu (7/10/2018).

Menurut Kapisa, visi pembangunan berkelanjutan Papua (Visi 2100 Papua) yang menjadi dasar visi pembangunan Pemerintah provinsi papua periode 2018-2023 adalah kebahagiaan kualitas kehidupan seluruh masyarakat Papua berada pada tingkat setinggi-tingginya secar adil dan merata.

Selain itu juga kondisi alam Papua baik daratan, perairan, udara tetap lestari dan terjaga serta meningkat kualitasnya. “Bagi kami di provinsi papua tanah adalah ibu,”ucapnya.

Ungkapan tersebut, kata Noak, sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana hutan dan alam Papua yang kaya akan sumber daya alam senantiasa menyediakan semua kebutuhan dan perlindungan layaknya seorang mama menyediakan makan, minum, kehangatan dan perlindungan bagi anak – anaknya.

“Bagi kami provinsi papua, alam adalah dasar dari segala upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat kami,”ucapnya.

Lanjutnya lagi, sistem ekonomi, sosial, teknologi dan infrastruktur merupakan sarana mewujudkan tujuan utama yang selayaknya dipakai secara efektif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Kami membayangkan di tahun 2100 nanti, kebahagiaan dan kualitas hidup seluruh rakyat Papua akan berada pada tingkat setinggi – tingginya secara adil dan merata,” jelasnya.

Pembangunan berbasis sumber daya alam seringkali membawa dampak kerusakan lingkungan yang dalam jangka panjang justru akan menurunkan kualitas hidup masyarkat.

“Pertumbuhan ekonomi hijau yang memastikan terjaganya fungsi lingkungan dengan tetap menghasilkan kemajuan pembangunan untuk penghidupan masyarakat secara adil dan merata,” tutupnya. (Julia)

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply