Saturday , October 20 2018
Home > Berita > Bakar Sejumlah Proposal, Bupati Wandik Minta SKPD Harus Kreatif

Bakar Sejumlah Proposal, Bupati Wandik Minta SKPD Harus Kreatif

Caption foto : Bupati Puncak Willem Wandik dan wakil Bupati Puncak Pelinus Balinal, saat membakar proposal, menandakan proposal diganti dengan tanam dikebun,disela-sela Apel perdana, kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Puncak periode 2018-2023 di halaman Kantor Bupati Puncak, Senin (8/10/2018). (Diskominfo Puncak)

 

 

 

ILAGA (Bisnis Papua) – Setelah dilantik Gubernur Papua Lukas Enembe pada tanggal 24 September lalu di Jayapura.

Pasangan Bupati dan wakil Bupati Puncak periode 2018-2023 Willem Wandik,SE,M,Si dan Pelinus Balinal,S,Sos,Ag, menandai kerja perdananya dengan menggelar apel gabungan  bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak, berlangsung di Halaman Kantor Bupati Puncak, Ilaga, Senin (8/10/2018).

Terobosan perdana yang dibuat pasangan ini adalah membakar sejumlah proposal permohonan bantuan, yang jika ditotal mencapai Rp. 33 Miliar lebih.

Dari rilis yang diterima redaksi melalui Diskominfo Kab. Puncak. Pembakaran puluhan proposal ini merupakan salah satu pendidikan yang mulai diterapkan oleh Bupati Puncak Willem Wandik, di masa kepemimpinannya periode kedua ini, agar masyarakat tidak lagi dibiasakan dengan membuat permohonan dan malas bekerja.

Dalam artian  masyarakat maupun ASN harus kembali lagi ke budaya rajin membuat  kebun.  “Dengan menanam, dan dari hasil kebun, sayur mayur, pemerintah akan membeli selanjutnya dipasarkan ke PT.Freeport Indonesia,”ujarnya.

Kara Willem, tahun lalu berbeda dengan tahun ini.  Bila tahun – taun lalu dirinya tidur diatas memo, karena banyak proposal permintaan dana.  Maka kedepan tidak ada lagi permohonan.

“Pemerintah sudah tidak urus permohonan, karena memang aturan seperti itu. Apalagi BPK dan KPK saat ini ketat, sudah warning kita, jangan sampai karena bantuan ini saya masuk tahanan kalian enak,”tukasnya.

Oleh sebab itu ke depannya peromohonan  proposal diganti dengan rajin menanam, siapa yang tanam banyak, maka dialah yang mandi uang. “Karena saya akan beli dengan jumlah yang besar dan harga yang bagus,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Willem Wandik juga menandatangani pakta integritas,  antara Bupati dan pegawai negeri sipil yang diwakili oleh  Asisten Setda Bidang Pemerintahan Imanuel Kogoya, terkait pencegahan korupsi, termasuk disiplin ASN dalam melaksanakan tugas di tempat tugas, serta sanksi-sanksi yang akan diberikan kepada ASN bila melanggar kesepakatan tersebut. Hal ini merupakan komitmen juga dari Bupati dan wakil Bupati, untuk menjalankan pemerintahan periode kedua ini untuk lebih baik lagi.

“Saya dan wakil Bupati sudah komitmen agar pemerintahan jalan sebagaimana mestinya, Kabupaten Puncak, sudah tidak bisa sama seperti kemarin lagi, Jika kemarin kita masih toleransi karena kondisi daerah. Saat itu dalam tahap konsolidasi pasca perang suku, tapi untuk periode ini, tidak ada lagi. Kita sudah 10 tahun, jadi sudah harus berubah lebih dewasa dan berubah dalam segala bidang,”tekannya.

Caption foto : Suasana penyambutan Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Puncak periode 2018-2023 Willem Wandik dan Pelinus Balinal, di Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak, Sabtu (6/10/2018). (Diskominfo Puncak)

 

 

 

Disiplin ASN

Willem Wandik juga mengkritisi terkait dengan disiplin ASN, bahkan dirinya memberikan waktu enam bulan ke depan kepada pimpinan OPD, merubah kebiasaan selama ini. Absensi ASN akan diberlakukan, termasuk apel setiap awal bulan dan minggu, termasuk perjalanan Dinas yang selama ini disisipkan dalam kegiatan SKPD, semua akan diperketat lagi.

“Selama ini saya pusing cari uang, pimpinan SKPD duduk santai saja. Kalian harus kreatif, perjalanan dinas keluar daerah harus benar-benar bermanfaatkan, lobi kegiatan dari pusat ke daerah, sehingga bisa membantu kita di daerah ini, bukan jalan kasih habis uang dengan perjalanan Dinas saja,”singgungnya.

Selain itu juga dirinya akan membentuk tim evaluasi untuk perkembangan Distrik-Distrik yang dibentuk. Dari awal kabupaten ini terbentuk hanya 8 Distrik. Saat ini  bertambah menjadi 25 Distrik. “Ini menyedot anggaran kita, jika tidak ada perkembangan, maka solusinya adalah penggambungan distrik menjadi solusi,”tukasnya  saat memberikan arahan kepada jajarannya.

Soal CPNS

Disambutan tersebut, Willem Wandik dengan tegas menyampaikan informasi terkait penerimaan CPNS di Kabupaten Puncak, dirinya menyampaikan hasil pertemuan bersama 29 Kabupaten dan kota bersama dengan Gubernur Papua,dengan Presiden RI Joko Widodo, disepakati agar penerimaan CPNS lebih diprioritaskan untuk anak asli Papua, sehingga khusus untuk penerimaan CPNS 2018 ini, akan diutamakan untuk anak asli Kabupaten Puncak yang kuotanya mencapai 400 lebih.

“Penerimaan CPNS kali ini saya utamakan untuk adik-adik saya dari Puncak, saudara-saudara kita dari Toraja, Jawa, pesisir, kalian sabar dulu. Masing-masing punya kabupaten. Apalagi anak asli Puncak,yang kita biayai cukup banyak dengan biaya yang besar. Jadi kesempatan ini untuk mereka,”terangnya.

Sedangkan untuk jabatan teknis yang mana belum anak-anak asli Puncak dibidang tersebut. Contohnya tenaga dokter, atau tenaga kesehatan dan tenaga guru-guru mata pelajaran tertentu, maupun tenaga teknis lainnya.  Akan dikordinasikan dengan Pemerintah provinsi papua atau Kabupaten lain di Papua.

“Jika mereka ada kelebihan tenaga-tenaga teknis tersebut, sesuai dengan kebutuhan di Kabupaten Puncak, maka posisi ini bisa diisi oleh anak asli Papua dari daerah lain namun diutamakan tetap anak asi Papua,”bebernya.

Selanjutnya langkah-langkah yang dilakukan, semua dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, terutama di Kabupaten Puncak, agar bisa berubah dan lebih maju lagi. Ada perbedaan dari tahun ke tahun, ke arah yang lebih baik lagi.(Julia)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply