Home > Biro Humas & Protokol > Bocah Kelainan Syaraf Dari Kampung Koya Koso Akhirnya Mendapat Bantuan Medis

Bocah Kelainan Syaraf Dari Kampung Koya Koso Akhirnya Mendapat Bantuan Medis

Caption: Wanus Pahabol saat mendapat pelayanan medis di RS Dian Harapan, Kamis (7/2/2019). (ist)

 

JAYAPURA (Bisnis Papua) — Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) bergerak cepat dengan seorang bocah kelainan syaraf bernama Wanus Pahabol  (5).

Usai mendapat laporan dari pihak keluarga korban, Nathan Pahabol, pada tanggal 5 Februari 2019 lalunya, keesokan harinya Tim UP2KP menyambangi rumah Wanus yang terletak di Koya Koso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Di rumah, Tim UP2KP hanya bertemu Wanus dan mamanya Yuliti Yohame. Ayah Wanus, Sial Y. Pahabol, sudah meninggal dunia tiga tahun lalu, saat Wanus baru berusia 2 tahun.

Kepada Tim UP2KP, Mama Yuliti menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter tahun 2017, Wanus menderita kelainan pada syarafnya. Karena sakitnya itu, Wanus jadi buta sejak usia 2 tahun. Selama ini, Wanus mengenali mama, kakak, dan teman-temannya melalui suara.

“Kakinya jalan  tidak seimbang dan tangan kirinya juga mulai sulit digerakkan. Kalau jalan dia tidak dipegang dia bisa jatuh. Kadang kalau dia sakit, mama pergi ke apotik untuk beli obat kasih minum. Kami keluar masuk rumah sakit terus sejak 2017. Kalau ke rumah sakit juga begitu. Cuma ambil obat terus pulang minum di rumah. Saya berhatap dia bisa sembuh, bisa melihat dan berjalan normal,” cerita Mama Yuliti.

Menanggapi hal itu Staf Sekretariat UP2KP, Hidayat Wairoy, SKM dalam rilis yang diterima redaksi melalui Humas UP2KP, membeberkan bahwa pada tanggal 5 Februari UP2KP mendapatkan pengaduan dari anggota Komisi V DPRP Natan Pahabol tentang kondisi Wanus. Tim langsung bergerak  ke Koya Koso untuk menemui Wanus guna membantu proses penanganan medis lanjut.

“Setelah konsultasi dengan pihak  keluarga, hari ini 7 Februari 2019 kami bawa Wanus ke RS Dian Harapan. Wanus saat ini sudah dirawat di RS Dian harapan dan dijamin dengan pembiayaan dari program Kartu Papua Sehat (KPS),” ujar Hidayat, Kamis (7/2/2019).

Sedangkan Staf Bidang Pengaduan UP2KP Fredek Hukubun berharap, Wanus Pahabol ditangani dengan baik oleh tim medis di rumah sakit di Jayapura. Jika tidak, pihaknya juga siap mendorong Wanus untuk segera dirujuk ke rumah sakit mitra di luar Papua agar mendapat penanganan medis lebih lanjut.

“Tadi kami dampingi dia, sudah diperiksa oleh spesialis anak, spesialis mata di RS Dian Harapan. Rencananya ia akan jalani CT Scan di RSUD Abepura dan ditangani spesialis saraf. UP2KP akan pantau terus perkembangan,” terang Fredek. (Julia)

 

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply