Tuesday , December 11 2018
Home > Berita > BPS Papua Berharap 51 Persen Saham Freeport Berdampak Bagi Masyarakat

BPS Papua Berharap 51 Persen Saham Freeport Berdampak Bagi Masyarakat

Foto : Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal bersama Ketua DPR Papua Yunus Wonda saat bertemu Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Sumarno dan Direktur PT Inalum Budi Gunadi Sadikin saat makan bersama usai membahas divestasi 51 persen saham PT Freeport. (ist)

 

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Suksesnya proses pengklaiman divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) dapat memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi  di provinsi papua pada tahun 2019 nanti.

Kepala BPS provinsi papua Simon Sapari kepada wartawan di Jayapura, Senin (3/12/2018), mengatakan pihaknya berharap keberadaan 51 persen saham PTFI ini tidak memberikan pengaruh yang negatif pada pertumbuhan ekonomi.

“Jangan sampai seperti sebelumnya, pertumbuhan ekonominya naik cukup tinggi karena pertambangan. Namun penduduk miskin dan penganggurannya juga tinggi, sehingga indeks pembangunan manusianya rendah,”ujarnya.

Untuk itu BPS Papua mengharapkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah provinsi papua melalui Gubernur Lukas Enembe yang, nantinya akan mengelola saham Freeport untuk kemakmuran rakyat dapat terlaksana dengan baik dan mempengaruhi situasi perekonomian di Bumi Cenderawasih.

“Organisasi Perangkat daerah (OPD) atau instansi terkait juga diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sehingga saham Freeport ini memiliki dampak yang baik,”harapnya.

Untuk itu pihaknya mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang berasal dari pertambangan ini dapat dipergunakan oleh masyarakat, sehingga meningkatkan kesejahteraannya.

“Jika divestasi saham ini berhasil dilakukan dengan baik, pemerintah dan jajarannya sebagai eksekutor harus mengeksekusinya dengan baik pula, terarah serta terencana,”tukasnya.

Sekadar diketahui, negosiasi antara pemerintah dan PTFI mencapai kata sepakat pada tanggal 12 Juli 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penandatanganan perjanjian awal, yang disebut heads of agreement atau HoA, antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)-Freeport-Rio Tinto mengartikan sudah dicapainya divestasi, di mana harapannya, kemitraan ini mampu meningkatkan kepastian di dalam koperasi juga nilai tambah industri ekstraktif Indonesia, serta bisa menambahkan kemakmuran Indonesia dan Papua. (Julia)

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply