Tuesday , December 11 2018
Home > Berita > Dipercaya Kembali Jabat Presiden GIDI, Pdt Dorman Targetkan 10.000 Jiwa Terselamatkan

Dipercaya Kembali Jabat Presiden GIDI, Pdt Dorman Targetkan 10.000 Jiwa Terselamatkan

Cap foto : Pengukuhan Pdt Dorman Wandikbo bersama BPP GIDI (odeodata h julia)

 

BOKONDINI (Bisnis Papua) –  Pdt Dorman Wandikbo akhirnya kembali terpilih sebagai Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) periode 2018 – 2023, dalam Konferensi Umum XIX GIDI di Wilayah Bogo, Klasis Bogoga, Bokondini, Kab. Tolikara Papua.

Usai dilantik bersama lima anggota Badan Pengurus Pusat (BPP) tanggal 30 Nopember lalu. Kepada wartawan, Pdt Dorman didampingi wakilnya Pdt Usman Kobak MA membeberkan program lima tahun kedepan, dengan melakukan tiga hal yang sangat penting sekali untuk dikerjakan.

Dengan 8 wilayah, setelah sebelumnya hanya  63 klasis. Tetapi saat konferensi umum GIDI ke XIX ada beberapa klasis yang disahkan. Sehingga akhirnya menjadi 92 klasis. “Jadi dia lebih berkembang,”kata Pdt Dorman.

Kemudian jumlah pendeta GIDI sebanyak 7644 pendeta yang ada di seluruh Indonesia. “Saya sudah lantik lagi mereka hampir 400 lebih. Sehingga akan masuk 8.000 pendeta di seluruh Indonesia yang akan melayani Tuhan,”paparnya.

Sementara itu untuk wilayah Jasumbas meliputi  Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi masuk dalam daerah penginjilan adalah daerah sasaran penginjilan. “Jadi Jasumbas itu kita sudah bagi. Dimana ada lima wilayah  yang menjadi adopsi yaitu Pulau Ambon dan Sulawesi itu Pegunungan Bintang. Kemudian Kalimantan dan Sulawesi di bagian bawah itu masuk wilayah Bogo. Kemudian wilayah Toli itu mereka ambil bagian di wilayah Jakarta Pusat. wilayah Yamo adopsi di Yogyakarta sampai ke Bali. Kemudian Yahukimo itu mereka mengadopsi mulai dari Lampung sampai ke Aceh. “Jadi wilayah Jasumbas adalah sasaran kami, sebagai daerah penginjilan, yang dikeroyok oleh empat wilayah untuk masuk bekerja,”jelasnya.

Saat ini BPP GIDI   punya target untuk 10.000 jiwa umat GIDI terselamatkan  dimana mereka ada kepastian keselamatan. “Kami akan lakukan program itu. Akan tetapi kami BPP (Badan Pengurus Pusat) tidak bekerja sendiri. Tapi kami meminta program wilayah dan klasis kemudian sampai ke jemaat. Ini yang dilakukan oleh jemaat untuk semua orang GIDI yang masuk didalam gereja harus ada kepastian keselamatan. Karena tujuan gereja adalah orang masuk  surga. Tetapi kalau ada orang masuk ke gereja GIDI tetapi tidak masuk surga. Apa artinya organisasi ini. Jadi kami mau supaya setiap orang GIDI harus ada kepastian keselamatan. Itu tugas utama,”katanya panjang lebar.

Untuk itu akan dilakukan  penginjilan ke dalam dan penginjilan ke luar. Dimana ada dua tugas yang dilakukan. GIDI sendiri mempunyai dua lembaga, yaitu penginjilan kedalam dikerjakan oleh wilayah – wilayah. Sedangkan penginjilan keluar dikerjakan oleh BPP dan penginjilan ke luar dimulai dari Papua, Indonesia dan ke dunia yang lain.

Dijelaskannya dalam pengijinlan berbicara ada beberapa hal. Yang pertama adalah pemulihan pemimpin gereja lebih awal. jadi para gembala, diaken dan majelis perlu pemulihan. Dimana pemulihan mulai dilakukan dari keluarga, suami, istri dan anak. Karena gereja sesungguhnya adalah keluarga. keluarga baik maka pastinya gereja juga akan menjadi baik. Kalau keluarga tidak baik maka gereja juga tidak akan menjadi baik.

“Karena itu kami tekankan gereja GIDI harus berdiri diatas Firman keberadaan Tuhan. Sehingga akan aman kedepan,”tandasnya.

Ungguli Tiga Kandidat

Dalam Konferensi Umum ke XIX GIDI.  Pdt Dorman Wandikbo unggul dengan 651 suara dari 1121 suara. Tiga kandidat lainnya diantaranya Pdt Lipius Biniluk hanya meraup 233 suara, disusul Pdt Lenis Kogoya dengan 218 suara dan Pdt Hengky Felle 10 suara.

Sementara itu untuk jabatan Wakil Presiden GIDI kembali dijabat :Pdt Usman Kobak MA yang dipilih secara aklamasi. Posisi Sekertaris Jenderal dijabat Pdt Gandius Enumbi, setelah dipilih di wilayah Bogo, Yamo, Yahukimo, Pegunungan  Bintang dan Pantai Selatan mengalahkan Pdt Corneles Sugiyono yang hanya dipilih dari dua wilayah yakni Pantura dan  Yasumbas.
Kemudian posisi Bendahara Umum  dijabat oleh Pdt Yoni Wonda setelah menang dengan 438 suara mengalahkan Pdt Yulius Bidana yang mendapat 249 suara.
Prosesi pemilihan yang berlangsung demokratis itu, dipimpin oleh Pimpinan sidang: Pdt Bas Ondi.
Selain itu juga dilakukan pengukuhan 400 Pendeta yang akan menjadi penggembala di wilayah mereka. (Julia)

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply