Saturday , October 20 2018
Home > Berita > HKTI Siap Perjuangkan Suara Petani Papua

HKTI Siap Perjuangkan Suara Petani Papua

JAYAPURA (Bisnis Papua) –Musyawarah  Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) Provinsi  Papua telah melahirkan pengurus  yang baru dibentuk dan memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

Dua diantaranya adalah soal ketersediaan pupuk subsidi dan bibit yang digunakan oleh para petani di provinisi ini.

Hal ini disampaikan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Totok Sugiarto usai menerima hasil musyawarah HKTI provinsi papua dari ketua terpilih HKTI provinsi papua Yan P Mandenas. Rabu malam (25/7/2018) di Hotel Aston,Kota Jayapura.
“Oleh sebab itu kami dari HKTI Pusat akan memberikan solusi bagi para petani dan mudah-mudahan nanti dengan terbentuknya pengurus HKTI provinsi papua, segala bentuk kesulitan petani di Papua baik dari pupuk, bibit dan segala hal tentang pertanian dapat segera diselesaikan. Karena dengan adanya pengurus baru HKTI Papua nanti, dapat menjadi solusi bagi masyarakat Pentani di provinsi papua,”katanya
Sementara itu  Ketua HKTI Papua terpilih , Yan P. Mandenas  mengungkapkan  pihaknya sangat bersyukur HKTI Pusat dipegang oleh Purn. Jenderal TNI Moeldoko yang memiliki banyak pengalaman.
Sehingga dirinya yakin Moeldoko nantinya akan menjadi penghubung komunikasi HKTI dengan pemerintah untuk tentunya lebih bisa mengakomodasikan keluh kesah para petani di provinsi ini.

“Khusus untuk kami di Papua, kita akan mencoba bentuk kepengurusan definitif dan mengkosolidasikan organisasi secara baik untuk dibentuk diseluruh Kabupaten/Kota di provinsi papua,”ujarnya.
Hal itu  dilakukan dengan tujuan bahwa organisasi ini nantinya akan lebih aktif untuk menjadi suatu forum komunikasi kepada seluruh masyarakat petani yang masih membutuhkan perhatian pemerintah untuk mengangkat derajat petani di Papua.
“Nanti setelah seluruh pengurus HKTI Papua dilantik kita tidak hanya akan melakukan koordinasi internal saja, melainkan kita akan lebih aktif untuk turun ke lapangan bertemu dengan masyarakat petani untuk mendengar keluh kesahnya masyarakat petani yang sudah lama menginginkan adanya organisasi yang lebih aktif untuk bisa menyambung suara para petani hingga ke pemangku kebijakan baik itu di tingkat Kabupaten, Provinisi hingga ke Pusat,”katanya panjang lebar.

Sedangkan  khusus untuk pupuk subsidi,Yan mengatakan  permasalahan ini bukan hanya terjadi di Papua saja melainkan terjadi juga di daerah lain
“Jadi kita jangan hanya bergantung pada pemeritah pusat saja untuk menyediakan pupuk. Tapi pemerintah daerah juga harus turut serta membantu dalam rangka persiapan masyarakat petani yang mandiri di Papua,”ujarnya.

Sementara  khusus untuk Kabupaten Merauke yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional, Yan menjelaskan   Merauke sudah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Meskipun begitu,  pemerintah daerah dan provinsi  diharapkan untuk tidak lepas tangan begitu saja.

“Walaupun Merauke sudah mendapat perhatian dari pusat, pemerintah daerah dan provinsi jangan hanya tinggal diam saja, karena saya lihat selama ini perhatian dari pemprov dan pemda dalam hal pertanian sangat minim,”ungkapnya.

Terbentuknya HKTI provinsi papua kedepanya bisa  menjadi titik star awal dari HKTI Papua pasca terbentuknya nanti.
“Selanjutnya  HKTI Papua  akan melakukan konsolidasi dengan para pemangku kebijakan di daerah agar bisa lebih serius dalam mendorong pengembangan masyakat pertanian sebagai suatu proteksi dan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat Papua untuk selanjutnya dapat menghasilkan banyak hal untuk peningkatan konsumsi pangan lokal dan nasional,”pungkasnya. (res)

 

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply