Tuesday , November 20 2018
Home > Berita > Ini Penjelasan Sekda Hery Dosinaen Terkait Road Show Delegasi Papua Demi Suksesnya PON 2020

Ini Penjelasan Sekda Hery Dosinaen Terkait Road Show Delegasi Papua Demi Suksesnya PON 2020

Caption foto : Sekertaris Daerah Papua T.E.A Hery Dosinaen didampingi Inspektur Anggiat Situmorang, sesuai bertemu Menteri PUPR Republik Indonesia, M Basoeki Hadimulyo di Kantor Kementerian PUPR di Jakarta Selatan. Selasa (30/10/2018). (odeodata h julia/Bisnis Papua)

 

 

 

 

JAKARTA (Bisnis Papua) – Demi suksesnya ajang pesta olahraga nasional empat tahunan. Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di provinsi papua.

Gubernur Papua Lukas Enembe memimpin delegasi Papua bersama Sekda,  Para Asisten dan Kepala SKPD terkait. Melakukan road show ke Kementerian dan Lembaga terkait, yang dimulai pada hari  Selasa (30/10/2018).

Menurut Kepala Penghubung provinsi papua di Jakarta, Alex Kapisa sebenarnya rencana road show ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Nopember. Akan tetapi atas perintah dari Gubernur, road show ini dimajukan seminggu.

Usai road show pertama di Kementerian PUPR Republik Indonesia. Sekertaris Daerah provinsi papua, T.E.A Hery Dosinaen,S.IP.MKP kepada wartawan mewakili Gubernur Papua, menjelaskan delegasi yang dipimpin Gubernur pada pertemuan pertama dengan Menteri PUPR M Basoeki Hadimulyono, terkait perhelatan PON 2020. Dimana ada perkembangan yang menjadi perhatian.

“Arahan dari bapak menteri. Kalau venuenya belum dibangun. Salah satunya adalah bagaimana Inpres No. 10 tahun 2017, kita revisi. Ini juga menjadi catatan penting,”jelasnya di Hotel Poelman

Selain itu juga kegiatan yang rutin di Kementerian PUPR, Air dan Jalan yang mendukung kegiatan PON, sudah merupakan kegiatan rutin yang terakomodir di Kementerian PUPR.

Ditegaskannya pada intinya Kementerian PUPR siap, dengan apa yang menjadi tugas rutinnya yang telah terakomodir di PUPR. Sementara venue – venue adalah tugas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Saya kira ini tidak terlalu masalah.  Yang sekarang kita mengejar venue dan juga mengenai penyelenggaraan lain,”ujarnya.

Sementara Inpres No. 10 tahun 2017 hanya mengakomodir beberapa venue saja dan tidak mengakomodir venue secara keseluruhan. Hal inilah yang menjadi arahan dan catatan dari Menteri Basoeki.

“Kalau memang ini menjadi tanggung jawab PUPR. Maka Inpressnya harus direvisi. Nantinya gubernur akan menyampaikan secara resmi,”jelasnya.

Lanjutnya, aspek lainnya, termasuk juga Kesehatan. Dimana hari Rabu (31/10/2018) Gubernur Papua Lukas Enembe akan memimpin untuk melakukan pertemuan bersama Menteri Kesehatan. Selanjutnya bertemu Bappenas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian PMK.

“Kenapa ini harus dilakukan karena sebelum kami menyusun APBD Induk 2019, kita sudah membuat peta skema pembiayaan, yang tentunya dari APBN dan juga ada perubahan di APBD. Sehingga tidak terjadi tumpang tindih,”terangnya.

Kata Sekda Dosinaen, kesemuanya ini akan bermuara pada suksesnya penyelenggaraan PON 2020. “Tetapi kita yakin dan percaya, kesemuanya langkah – langkah yang diambil Bapak Gubernur, sudah ada titik terang yang luar biasa. Sehingga kita harapkan di tahun 2019, semua venue telah clear semua,”harapnya.

Ditegaskannya lagi sasaran utama road show Gubernur Papua ke sejumlah Kementerian dan Lembaga yang terutama adalah demi suksesnya PON 2020 di Papua. Karena ini adalah event nasional.

“Gubernur sangat prihatin, karena dalam Inpres itu hanya mengakomodir beberapa venue saja,”tandasnya.

Diketahui setidaknya ada 45 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON XX tahun 2020. (Julia)

 

 

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply