Home > Berita > Kadishut Provinsi Papua, JJO Terancam Sembilan Tahun Penjara

Kadishut Provinsi Papua, JJO Terancam Sembilan Tahun Penjara

Caption foto : Kepala Dinas Kehutanan provinsi papua JJO didampingi Kuasa Hukumnya Anthon Raharusun saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Papua (Carlos/Bisnis Papua)

 

 

 

 

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) provinsi papua JJO tersangka kasus pemerasaan. Hari Jumat (11/1/2019) lalu, akhirnya resmi ditahan di Rutan Mapolda Papua.

“Penahanan tersangka setelah dilakukan pemeriksaan selama dua hari oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, Jumat malam  lalu (11/1/2019).
Kata Kamal, penyidik Dit Reskrimsus Polda Papua melakukan pemeriksaan terhadap JJO selama dua hari.
“Penyidik melakukan pemeriksaan mulai hari Kamis tanggal 10 Januari 2019 setelah JJO memenuhi panggilan penyidik,”terangnya.

Pemeriksaan dilakukan penyidik, setelah sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan provinsi papua telah ditetapkan sebagai tersangka pada hari Jumat tanggal 4 Januari 2019
“JJO seyogya pada hari Senin 7 Januari 2019 diperiksa setelah ditetapkan jadi tersangka. Tetapi tidak memenuhi panggilan penyidik dan surat panggilan kedua pun dilayangkan baru datang untuk diperiksa,” kata Kamal
Sebelumnya, JJO ditetapkan sebagai tersangka tentang keterlibatan dalam perkara dengan FT yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari Rabu tanggal 7 November 2018 bersama uang tunai senilai Rp. 500 juta.

“Uang Rp 500 juta bagian dari uang sebesar Rp 2,5 milliar  diminta FT untuk penyelesaian kasus pembalakan liar yang ditangani PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Dinas Kehutanan provinsi papua,”bebernya.

Tersangka JJO, akan dipersangkakan dengan dugaan tindak pidana penyertaan dalam tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 jo Pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.

Isi Pasal 368 jo Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana tentang barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagaian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun    menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara maksimum 9 tahun.

Sementara itu untuk dugaan tindak pidana korupsi, akan dilakukan pemeriksaan secara terpisah. Oleh karenanya penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka JJO untuk 20 hari kedepannya dalam rangka pemberkasan berkas perkara.

Sementara untuk FT sendiri sudah dilakukan penangguhan penahanan oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Papua pada hari Jumat tanggal 11 Januari 2019 dan berkas perkara telah dilimpahkan ke Bareskrim Polri untuk dilakukan proses hukum selanjutnya. (char)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply