Home > Berita > Kasus Penembakan di Sinak Tak Pengaruhi Pembangunan di Kab. Puncak

Kasus Penembakan di Sinak Tak Pengaruhi Pembangunan di Kab. Puncak

Caption foto : Bupati Puncak Willem Wandik berbincang santai bersama aparat keamanan di Kampung Tegelewak Distrik Gome Kab. Puncak dalam kunjungan kerjanya. (ist/Humas Kab. Puncak)

 

 

 

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengklaim, jumlah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayahnya sekitar ratusan orang.

Pernyataan ini dikeluarkannya menjawab pertanyaan media paska penembakan yang terjadi Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Rabu  (9/1/2019) pagi, yang diduga dilakukan kelompok Lekagak Telenggen.

“Daerah Sinak ini kan berbatasan Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, dan di situ kelompoknya Lekagak Telenggen,”ungkap Wandik kepada pers di Jayapura, pekan ini. Kata Wandik, pemerintah kabupaten yang dipimpinnya sebenarnya sudah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan kelompok tersebut, sehingga dalam beberapa tahun terakhir ini keamanan daerahnya selalu kondusif.

“Penembakan terakhir di Sinak itu tiga tahun lalu, awal tahun ini baru kembali terjadi penembakan kepada aparat keamanan,”ucapnya.

Walaupun ada penembakan, Bupati mengklaim program pembangunan di Sinak terus dilanjutkan. “Kasus seperti ini bagi kami di Puncak dan Puncak Jaya hal biasa, pembangunan tetap berjalan,”klaimnya.

Ditegaskannya pembangunan di Sinak tidak boleh berhenti dengan kasus ini. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan harus segera dibangun. “Saya minta pemerintah pusat dan Papua kita sama-sama membangun wilayah tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ajaknya. (Julia)

 

 

 

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply