Tuesday , December 11 2018
Home > Berita > Kata Kuasa Hukum, Soal Hasil Putusan Hakim PTUN Seleksi Calon Anggota KPU Mamteng

Kata Kuasa Hukum, Soal Hasil Putusan Hakim PTUN Seleksi Calon Anggota KPU Mamteng

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Penasihat Hukum (PH) 10 calon anggota KPU Mamberamo Tengah (Mamteng) periode 2018 – 2023, Steven Budiman kepada Bisnis Papua mengaku pada prinsip sebagai penggugat mengucap syukur. Walaupun gugatan para prinsipalnya hanya dikabulkan sebagian saja.

“Tetapi bagi saya ini sebuah langkah baru. Karena Majelis Hakim memberikan terobosan dan tidak merasa tertekan dan tidak merasa takut dengan segala macam tekanan. Karena memang perjalanan persidangan ini kan cukup memakan energi dengan segala macam kehadiran massa dan perhatian publik yang begitu kuat, terhadap perkara ini. Tetapi hakim tetap berdiri teguh sesuai dengan fakta – fakta persidangan memutukan seperti tadi,”kata Steven melalui sambungan selularnya. Rabu sore (5/12/2018).

Dijelaskannya perkara ini diajukan oleh 10 orang. Dimana mereka ini (Para prinsipal-red) adalah peserta calon seleksi KPU Kabupaten Mamberamoo Tengah (Mamteng).

“Jadi kesepuluh orang ini tidak lolos menggugat keputusan Timsel yang meloloskan 10 orang lainnya diluar mereka.  Mereka mengajukan gugatan dengan dasar, argumentasi dan bukti – bukti yang mereka miliki,”jelasnya.

Kata Budiman, pada intinya menurut 10 orang ini.  Calon anggota KPU Mamteng yang ditetapkan oleh timsel ini, tidaklah memenuhi syarat.

Menurut 10 orang yang mengajukan gugatan. Bahwa pada prinsipnya merekalah yang seharusnya ditetapkan sebagai 10 besar. “Dan akhirnya ketika fakta – fakta persidangan dan semua bukti – bukti terungkap. Majelis Hakim memutuskan bahwa dari 10 penggugat yang mengajukan gugatan ini. Hanya 5 orang yang memenuhi syarat yang seharusnya masuk 10 besar,”bebernya.

Diakuinya gugatan yang diajukan pihaknya, hanya dikabulkan sebagian. Karena tidak  semua 10 orang ditampung oleh hakim. Akan tetapi hanya lima orang berdasarkan bukti – bukti dan fakta – fakta persidangan. “Memang mereka ini layak untuk masuk 10 besar. Sedangkan 10 besar yang sebelumnya. Itu lima nya dicopot. Karena memang tidak layak dan tidak memenuhi syarat 10 besar,”terangnya.

Disinggung soal lima orang tergugat intervensi yang digugurkan Majelis Hakim PTUN Jayapura dan kemungkinan akan melakukan upaya hukum banding.

Kata Steven, upaya hukum banding adalah hak dari setiap orang baik penggugat maupun tergugat. Ketika mereka menggunakan hak itu. Maka sudah merupakan kewajiban hukum bagi pihak lawannya untuk menghadapi itu. Jadi tidak bisa dihindari.

“Misalkan saja esok. Jangankan pihak mereka (tergugat-red) . Pihak kami juga lima orang yang dinyatakan tidak diakomodir ini bisa juga mengajukan banding. Kami juga bisa mengajukan banding atas putusan ini. Sebaliknya juga pihak sebelah tergugat intervensi yang lima orang bagian dari 10 besar bisa juga mengajukan banding,”tuturnya.

Atas putusan ini, selaku kuasa hukum penggugat. Dirinya masih berpikir. Apakah terhadap putusan ini mengajukan banding atau menerima. “Saya akan coba mengkaji dulu setiap pertimbangan hakim. Jadi apakah memang ujungnya nanti. Apakah kami memutuskan banding karena gugatan dikabukan sebagian. Akan tetapi karena gugatan kami dikabulkan sebagian. Maka kami masih pikir – pikir untuk mengajukan banding atas putusan ini,”akunya.

Lebih jauh dijelaskannya, dari 10 orang yang diumumkan oleh Timsel,  khusus Mamberamo Tengah sesuai putusan hakim, ada lima orang yang berdasarkan putusan hakim,  istilah gamblangnya dikeluarkan dari 10 besar, diantaranya Wim Williams, Nepson Kogoya, Yopi Brendang, Tius Jikwa, Miur Jikwa yang kemudian diisi lima orang dari penggugat yakni  Alam B Muhammad, Engel Pagawak, Etius Beringgen, Markus Gepunda, Natalis Walela.

Maka berdasarkan putusan Majelis Hakim PTUN Jayapura ini. Maka 10 besar untuk Mamberamo Tengah menjadi berubah. Yakni pertama, Enius Karoba, Etos Karoba, Simon Jigibalom, Usman Payogwa, Yasin Penggu, Alam B Muhammad, Engel Pagawak, Etius Berigen, Markus Gepunda, Natalis Walela.

“Itu versi putusan yang baru saja dikeluarkan ini. Nantinya 10 orang ini hasilnya akan dibawa ke KPU provinsi papua. Dimana keputusan lima besar akan dikeluarkan oleh KPU Pusat,”terangnya lagi.

Saat ini pihak penggugat masih menunggu sikap KPU dan Timsel bagaimana. Apakah mereka banding atau menerima putusan ini. Karena bagi dirinya secara pribadi pertimbangan hukumnya sangatlah logis dan memang sesuai fakta persidangan. “Walaupun memang ada beberapa poin yang saya agak keberatan,”pungkasnya. (Julia)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply