Tuesday , December 11 2018
Home > Berita > Kata Misran Pasaribu, Bank Papua Masih Perlu Diperbaiki

Kata Misran Pasaribu, Bank Papua Masih Perlu Diperbaiki

JAYAPURA ( Bisnis Papua )- Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  menggelar pisah sambut Kepala OJK provinsi papua dan Papua Barat, di Block on Box Café, Kamis  (6/12/2018 ).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pelaku industry  keuangan maupun non perbankan serta awak media.

Pisah sambut sebagai sarana untuk melepas Ketua OJK provinsi papua dan Papua Barat sebelumnya,Misran Pasaribu dan sekaligus menyambut  Kepala OJK Papua dan Papua Barat yang baru, Adolf .FT. Simanjuntak.

Misran Pasaribu dipromosikan menjabat  Direktur Pengawasan Bank di Departemen Bank II di Kantor Pusat OJK di Jakarta , bertugas mengawasi dan mengatur  seluruh bank bank asing dan beberapa bank swasta yang ada di Indodesia.

Dalam kesempatan itu, berpesan kepada  penggantinya agar  bisa melanjutkan program kerja yang selama ini telah berjalan, dengan harapan akan lebih baik lagi di dalam mengatur dan mengawasi industry jasa keuangan yang ada di Papua dan Papua Barat.

“ Termasuk juga melayani pengaduan pengaduan masyarakat, pengaduan nasabah, dan hal lainnya yang terkait dengan perijinan, dan apapun itu kita harapkan menjadi lebih baik lagi ditangan Pak Adolf,” ujarnya Misran kepada wartawan disela acara pisah sambut.

Bank Papua Masih Perlu Perbaikan

Menurut Misran, ada beberapa yang perlu ditingkatkan  oleh pejabat baru OJK Papua dan Papua Barat, pertama Bank Papua masih perlu proses perbaikan lagi, terutama di bidang perkreditannya harus intensif lagi.

Dengan demikian, kinerja NPL ( Non Performing Loan )  Bank Papua bisa menjadi lebih baik dan dapat menghasilkan laba lebih baik lagi buat para pemegang saham serta bagi kemajuan perekonomian di Papua.

“ Ini yang terkait dengan Bank Papua, kemudian juga bagi bank – bank lainnya kita harapkan dengan pak Adolf nanti bisa lebih maju lagi didalam proses pengawasan dan pengaturan serta perijinannnya,” harapnya

Selain itu yang harus dilakukan adalah  edukasi sosialisasi kepada masyarakat dalam meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan di Papua, termasuk juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar waspada  selalu terhadap penawaran investasi bodong.

“ Apapun itu investasi bodongnya, termasuk juga penawaran  fintech online yang tidak terdaftar di OJK, ini juga masih banyak yang harus dilakukan. Saya yakin dan percaya pejabat baru pasti bisa melakukan itu semua menjadi lebih baik lagi kedepan,” imbuhnya berharap.

Dalam Kesempatan yang sama, Adolf  FT. Simanjuntak  menyampaikan akan melanjutkan program kerja yang sudah dilakukan oleh pejabat sebelumnya.

Hanya saja priorotas utama adalah bagaimana menjaga dan mengawasi perbankan, dan industry keuangan non bank yang ada di Jayapura agar mereka lebih prudent/ berhati hati.

“Sehingga dalam melaksanakan kegiatannya juga impactnya ( dampaknya, red ) bagi semua dan bagi perekonomian Papua tentunya,” ujarnya. ( Sim )

 

 

 

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply