Home > Berita > Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Jayapura di 2018 Lampaui Target.

Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Jayapura di 2018 Lampaui Target.

JAYAPURA ( Bisnis Papua )- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Ketenagkerjaan Cabang Jayapura- Papua mencatat kinerja sepanjang 2018  secara umum mencapai hasil sangat optimal.

Hal itu berdasarkan pertumbuhan kepesertaan tenaga kerja formal, informal, maupun konstruksi mencapai 200 persen atau melampaui target yang ditetapkan.

Kepala Cabang BPJS Jayapura, Adventus Edison memaparkan sepanjang 2018, sebanyak 45 ribu pekerja formal ( penerima upah ) terdaftar sebagai peserta aktif. Jumlah tersebut melampau target yang ditetapkan sebanyak 21 ribu peserta.

“ Jadi capaian ada peningkatan kurang lebih  212 persen, dari target 21 ribu tercapai 45 ribu peserta aktif,” ujarnya kepada Bisnis Papua, Jumat ( 11/1/2019 )

Selain itu, Edison yang lebih akrab disapa Sony, menerangkan, untuk badan usaha ( perusahaan )pemberi kerja juga mengalami peningkatan hingga 221 persen dari target yang ditetapkan.

“ Dikasih target ke kita itu sebesar 672 badan usaha atau pemberi kerja, itu kita realisasi sepanjang 2018

sebanyak 1400 badan usaha yang terdaftar,” ujarnya.

Sony menambahkan, BPJS ketenagakerjaan juga telah membayar klaim atau pembayaran jaminan dengan total sebesar Rp 46 milyar  untuk 3800 kasus dengan empat program JHT ( Jaminan Hari Tua ), JKM ( Jaminan Kematian ), JKK ( Jaminan Kecelakaan Kerja, dan JP (  Jaminan Pensiun )

Jumlah tersebut mengalami kenaikan hingga 128 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya, total pembayaran klaim sebesar Rp 36 milyar dengan jumlah 3.022 kasus.

“ Jadi rasio kenaikan, untuk rasion total kasus sebesar 128 persen, dan rasio total pembayaran sebesar 127 persen bila dibandingkan tahun 2017,” ungkapnya.

Menurut Sony, dukungan dari pemerintah setempat juga sangat membantu mendorong pertumbuhan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi setiap badan usaha yang mengurus perijinan maupun perpanjangan didinas terkait pemda setempat itu wajib melampirkan bukti kepesertaan BPJS ketenagakerjaan,” ujarnya

Lanjutnya, berkolaborasi dengan pemerintah daerah  setempat merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target. Selain itu instansi yang di pimpinnya itu sangat gencar turun langsung di lapangan menjaring para pekerja agar menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

“ Dalam hal ini kami minta dukungan Pemda dengan melakukan beberapa kordinasi dengan organisasi pimpinan daerah ( OPD ) terkait, disamping itu para pekerja BPJS juga turun lapangan menjemput bola ( menjaring calon peserta BPJS ),”ujarnya.

Untuk target tahun 2019, dikatakan Sony, secara umum ada kenaikan sebesar 45 persen dari tahun sebelumnya baik dari kepesertaaan maupun pembayaran iuran.

Namun untuk mencapai target tersebut, diharapkan dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten/ kota untuk mendorong masyarakat pekerja agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kedepannya bila terjadi resiko terhadap masyarakat  pekerja baik resiko kecelakaan, maupun kematian, ahli waris yang ditinggalkan akan mendapat santunan sebagai penganti penghasilan yang secara tiba tiba hilang.

“Jadi dia tidak hilang seketika penghasilan itu, minimal mendapat santunan, dan dengan adanya perlindungan seperti ini akan membantu mengurangi IKM indeks kemiskinan masyarakat,” tutup Sony.  ( Sim )

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply