Home > Berita > Musim Hujan Harga Komoditas Pertanian Meroket

Musim Hujan Harga Komoditas Pertanian Meroket

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Hujan yang melanda Kota Jayapura dan sekitarnya beberapa hari ini cukup menganggu aktifitas warga, dan bahkan akibat hujan banjir pun terjadi dibeberapa wilayah. Selain menganggu aktifitas warga, cuaca yang tidak bersahabat ini pun menganggu aktifitas pedagang komoditas pertanian untuk mendapatkan pasokan seperti sayur mayur hingga kebutuhan pertanian lainnya.

Taufik, salah satu pedagang penjual komoditas pertanian di Pasar Youtefa Abepura, Rabu (9/1/2019) mengatakan, kalau komoditas hasil tani yang dijualnya sangat sedikit sekali dan bahkan stok yang dimilikinya sangat terbatas.  Seperti sayur sayuran dan juga persediaan bumbu dapur yang sangat sedikit.

“Betul hujan beberapa hari ini memang sangat menganggu sekali, hujan petir longsor dibeberapa tempat bikin kita takut keluar. Untuk sayur yang saya jual sekarang ini ada boncis, sayur kubis, wortel, ada juga kentang kalau sayur kangkung ato sayur bayam tadi ada tapi sudah habis stoknya sedikit,” ucap Taufik kepada Bisnis Papua.

Karena lantaran sayur yang dijualnya kurang, ada beberapa komuditas yang memang didatangkan dari luar pulau yaitu seperti, sayur kol, sawi putih, buncis dan juga beberapa sayuran lainnya. termasuk cabe rawit karena dirinya tidak mendapatkan stok dari para petani lokal akibat banjir, sehingga merekapun gagal panen.

“Khusus untuk bumbu dapur seperti tomat dan bawang merah itu kami masih dapat pasokan dipetani seputaran Koya, itu pun jumblahnya juga tidak begitu banyak karena yang ambil banyak jadi kalau pun ada tidak sebanyak seperti biasanya,” ujarnya.

Sementara untuk harga komoditas pertanian sedikit mengalami kenaikan harga, hal itu lantaran kurangnya pasokan yang diperjual belikan dipasar Youtefa sehingga mengacu naiknya harga komuditas pertanian pun tidak terhindarkan. Misalnya untuk sayur kol dari harga Rp 20.000 per kg naik menjadi Rp 35.000, untuk sayur mayur seperti kangkung, bayam mengalami keniakan sekitar Rp 2.000 per ikat untuk cabe rawit dari harga Rp 70.000 per kg naik menjadi Rp 90.000 per kg. (rd/BP)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply