Saturday , October 20 2018
Home > Sport > Papua Tunggu Putusan FFI, Pasca Gorontalo Batal Tuan Rumah LFN

Papua Tunggu Putusan FFI, Pasca Gorontalo Batal Tuan Rumah LFN

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Pertandingan babak 34 besar Grup C Liga Futsal Nusantara (LFN) di Provinsi Gorontalo terancam batal akibat bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Turnamen dan Kompetisi Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua, Daud Arim kepada wartawan di Jayapura, Kamis (04/10/2018). Menurut Daud, Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Gorontalo sudah menyurati Federasi Futsal Indonesia (FFI) di Jakarta terkait penundaan pertandingan babak 34 besar LFN tersebut.

“Ya, kita sudah mendapat suratnya, mereka tidak bisa menjadi tuan rumah karena bencana di Palu-Donggala, yang sampai saat ini masih dalam pemulihan pasca gempa dan tsunami,” ujarnya.

Alasan Gorontalo menunda menjadi tuan rumah, kata Daud, provinsi Gorontalo merupakan tetangga terdekat dengan provinsi Sulawesi Tengah, dan hampir seluruh elemen dan struktur kepanitian lokal LFN, pengurus AFP terkosentrasi kepada penanggulangan pasca bencana di Palu, maupun membantu keluarga yang terkena dampak bencana.

Berdasarkan kondisi tersebut, katanya, AFP Gorontalo menyurati FFI untuk untuk menunda atau memindahkan tempat pertandingan ke provinsi lain, demi rasa keamanan dan kenyamanan.

“Kita masih menunggu keputusan, apakah FFI mau menerima penundaan atau memindahkan ke provinsi lain, karena petunjukan Gorontalo sebagai tuan rumah hasil kongres FFI tahun lalu,” kata Daud yang juga Pelatih Futsal PON Papua ini.

Dikatakan, ada 8 provinsi yang bakal mengutus timnya tampil pada LFN 2018 grup C nantinya, yakni, Gorontalo, Jatim, NTB, Maluku, Maluku utara, kaltara, Sulsel, dan Papua.

Lanjutnya, klub futsal dari kota Jayapura Bifor Arilia FC jadi wakil Papua pada ajang tersebut, setelah keluar sebagai juara pada Liga Futsal Nusantara (LFN) zona Papua 2018.

Disinggung apakah Papua akan mengajukan diri menjadi tuan rumah, Daud mengatakan bahwa perlu persiapan dan waktu yang sangat singkat.

“Kita Papua tidak mungkin jadi tuan rumah karna waktu yang singkat dan perlu ada persiapan yang lebih baik, dan waktu kongres FFI tahun lalu, Jawa Timur juga mengajukan diri sebagai tuan rumah, tetapi FFI putuskan Gorontalo sebagai tuan rumah LFN grup C. Dengan demikian, kita tunggu saja keputusan dari FFI,” tutupnya. (Kes)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply