Home > Berita > Penumpang Lion Air Tujuan Jayapura Keluhkan Tarif Bagasi

Penumpang Lion Air Tujuan Jayapura Keluhkan Tarif Bagasi

SENTANI (Bisnis Papua) – Sejumlah penumpang Lion Air dan Wings Air di Bandara Sentani, Papua mengeluhkan kebijakan baru penerapan tarif bagasi yang mulai diterapkan  sejak Selasa (8/1/2019).

Penumpang mengeluh adanya biaya ekstra yang akan dibebankan, bila membawa barang berlebih sesuai ketentuan baru tersebut. Rata-rata penumpang mengaku kaget karena uang yang harus dibayarkan untuk biaya bagasi hingga jutaan rupiah.

“Kami pastinya keberatanlah sebagai penumpang, padahal maskapai Lion ini adalah maskapai yang sangat banyak diminati masyarakat, tapi kalau kayak gini jadi kecewa dengan kebijakannya,” kata Lina (30), penumpang Lion Air tujuan Jayapura, Rabu (23/1/2019) saat diwawancarai usai melakukan check in di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Lina penumpang tujuan Jayapura dari Bandara Sultan Hasanuddin mengaku sangat keberatan dengan kebijakan baru tersebut. Selain itu kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada penumpang terkait tarif bagasi tersebut. Namun dia berharap maskapai bisa memberikan layanan yang lebih baik lagi bagi penumpang.

Kekecewaan Lina yang turut bersama 3 rekannya ini saat tarif bagasi yang harus dibayarakan sebesar Rp 666.000, bahkan ada penumpang lain ada yang harus bayar Rp. 3.000.000 hingga Rp.5.000.000.

“Kita ini bayar bagasinya, ditimbang beratnya 12 kilogram. Jadinya terpaksa harus bayar, pinjam sama teman yang lain. Kalau kita tidak ada uang lagi gimana dengan bagasi kita, sementara pada saat pembelian tiker pada tanggal 8 Januari 2019 belum disampaikan kalau bagasi bayar,”ucapnya.

Penumpang lainnya, Lita (41) juga merasa keberatan dengan penerapan ini. Ia merasa sosialisasi masih dirasakan kurang. “Memang sudah ada di beberapa media yang menerbitkan terkait pemberlakuan tarif ini, cuma masih belum maksimal. Soalnya belum secara detail kami masyarakat mengetahui,” katanya.

Ia pun dengan nada mengeluh juga harus membayarkan tarif bagasi sebesar Rp 740.000 dengan berat barang bawaan 11 kilogram. “Padahal yang saya bawa itu cuman pakaian aja, karena perlu ada pakaian ganti. Kalau misalnya kita pergi ke Jakarta atau ketempat lain, kita kan perlu bawa pakaian apalagi kita lama ditempat itu, tak mungkin kita harus beli pakean lagi,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada pemerintah agar lebih peduli terhadap nasib warganya terutama bagi warga yang ada di daerah Papua, karena harga tiket dari Papua sudah mahal, dan harus lagi membayar bagasi dengan mahal. Pemerintah harus melihat masyarakat apabila  dengan membuat kebijakan untuk memberlakukan tarif bagasi ini. “Kalau orang banyak uang mah enak aja, gak pusing keluarin dana sekian sekian. Kalau kayak kita pekerja buruh gini pasti mikir lah pengeluaran banyak gini. Apalagi kalau ada musibah atau kepentingan yang sangat mendadak, kan pasti perlu pakai transportasi yang cepat, kalau kayak gini, bukan membuat transportasi yang memudahkan bagi masyarakat, tapi malah menambah beban masyarakat,” katanya.

Menurutnya, harusnya maskapai penerbangan memberikan banyak fasilitas yang nyaman buat penumpang. Kalau dikenakan biaya tambahan kan membebani penumpang juga,” kata Lita, Rabu (23/1/2019)

Sama dengan Hasibuan (40), penumpang Lion Air tujuan Jayapura itu mengaku terbebani dengan adanya biaya bagasi tambahan. “Ya jadi harus keluar biaya dobel, kan repot kita banyak pengeluaran. Saya juga belum tahu ini seperti apa, nanti ikut di sana saja,” kata dia.

Hasibuan menyarankan, bila harus diatur ketentuan bobot berat bagasi dan banyaknya barang penumpang, pembayararan bagasi ekstra bisa dilakukan bersamaan dengan tiket. “Baiknya mungkin ditetapkan dari awal saja termasuk harga tiket, jadi enggak berkali-kali bayar,” ucap dia yang keberatan  dengan kebijakan manajemen Lion Air.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan, setiap calon penumpang kecuali bayi, diperbolehkan membawa satu bagasi kabin dengan berat maksimum 7 kilogram serta satu barang pribadi (personal Item) seperti tas laptop, perlengkapan bayi, bahan membaca, tas jinjing, dengan ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi 40x30x20 cm. Selain aturan 7 kg bagasi, Lion Air Grup menerapkan beberapa barang bawaan yang diikat atau dibungkus menjadi satu, tidak dianggap sebagai satu bagasi kabin.

“Penumpang Lion Air dan Wings Air yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre paid baggage) melalui agen perjalanan tour travel, website Lion Air dan kantor penjualan tiket Lion Air Grup,” terang dia.(hsb)

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply