Saturday , October 20 2018
Home > Berita > Populasi Babi di Kota Jayapura Meningkat, Dikhawatirkan Cemari Lingkungan

Populasi Babi di Kota Jayapura Meningkat, Dikhawatirkan Cemari Lingkungan

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Jayapura Jein Hendrik Rollo mengungkapkan populasi hewan ternak babi di Kota Jayapura per tahunnya mencapai 6000 – 10.000 ternak.  Bahkan populasinya lebih besar dibandingkan hewan ternak sapi.
“Untuk babi biasanya dalam sebulan bisa melahirkan 6 ekor anak babi, sehingga populasi hidupnya bisa mencapai 6000 hingga 10.000 ekor babi per tahun,”terangnya. Senin (8/10/2018).
Diakuinya untuk babi dalam setahun proses perkembang biakannya dua kali dalam setahun  menghasilkan populasi anak babi. Dimana setiap induk betina akan melahirkan sekitaran 5 ekor anak babi.
“Hitung saja kalo ada 50 ekor induk betina babi dikalikan 5 anak per 6 bulan berapa totalnya. Sudah banyak sekali populasinya,”urainya.
Apabila ditambahkan populasi hidup hewan ternak babi di Kota Jayapura, maka akan berdampak pada lingkungan. Untuk itu kita harus membatasi.
“Belum ditambah saja masyarakat sudah pada mengeluh, karena lingkungan mereka tercemar dengan kotoran babi. Jadi memang ini juga harus diperhatikan betul dampak dari banyaknya populasi ternah babi. Apalagi jika ternaknya dikembang biakan di kompleks perumahan,”ujarnya.

Namun disisi lain bagi peternak babi di Kota Jayapura banyak yang mengalami peningkatan perekonomi dalam keluarga. Ini terbukti dari beberapa peternak yang sukses menyekolahkan anak mereka hingga lulus dan bahkan berhasil dalam dunia usaha.
“Banyak pengusaha ternak babi yang sukses, bahkan mereka terus mengembangkan usaha ternak babi ini sebagai mata pencaharian mereka sehari-hari,”tandasnya. (res)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply