Home > Berita > Segera Aktifkan Kembali Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Nduga

Segera Aktifkan Kembali Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Nduga

JAYAPURA (Bisnis Papua)—Tokoh masyarakat Nduga, Yek Lokbere meminta Pemerintah provinsi papua, melalui Dinas Kesehatan Papua membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga untuk mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas di Kabupaten Nduga.

Kata Lokbere, berdasarkan laporan yang diterimanya, banyak petugas kesehatan meninggalkan Nduga pasca insiden penembakan 17 karyawan PT Istaka Karya yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), di awal Desember 2019.

“Kami juga minta agar pelayanan kesehatan di Nduga diperbanyak lagi, tidak hanya terfokus di Distrik Mbua saja. Tetapi juga di Distrik Yigi dan 30 distrik lainnya,”harapnya, seperti yang ditulis dalam rilis yang diterima redaksi. Jumat (11/1/2019).

Selain itu pasien yang terluka dan mengalami patah kaki pasca kejadian Nduga. Dirinya meminta  agar bisa dilakukan penanganan lanjut.

“Jadi tidak hanya pelayanan dasar, karena banyak yang terluka lalu membusuk,” ungkapnya saat menulis di lembar form pengaduan Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP, Rabu (9/1/2019).

Lokbere mengaku berasal dari Distrik Yigi. Ia mendatangi Kantor UP2KP, lembaga pengawal kesehatan Papua itu, di Jalan Baru Kotaraja itu bersama Yuli Yanenap, salah seorang guru SMP di Mbua. Mereka diterima sejumlah staf Bidang Pengaduan UP2KP. Kepada UP2KP, Lokbere meminta agar lembaga ini bisa memperjuangkan aspirasinya kepada Dinas Kesehatan agar masyarakat kembali mengakses pelayanan kesehatan seperti biasa.

“Kami sampaikan apresiasi bahwa Pak Gubernur sudah berikan bantuan berupa makanan kemarin. Tetapi kami juga butuh pelayanan kesehatan,”ucapnya.

Kirim Tim Ke Nduga

Ditempat terpisah, menanggapi hal ini. Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengatakan, pada Senin, 7 Januari 2019 lalu, dirinya sudah mengirim tim kesehatan yang turun ke Nduga. Tim dipimpin Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB, dan Malaria (ATM), Dinas Kesehatan provinsi papua, dr. Beeri Wopari.

Tim itu terdiri dari 5 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi dan digabung dengan tenaga kesehatan di Nduga dan telah tiba di Distrik Mbua, Selasa, 8 Januari 2019.

“Mereka berangkat sama-sama dengan Kepala Dinas Sosial provinsi papua Ibu Ribka Haluk yang serahkan bantuan gubernur papua ke tiga ditrik yakni Mbua, Dal dan Bulmulyama. Jadi tim ini melakukan pengobatan massal dan mendeteksi penyakit yang diderita masyarakat Nduga di tempat-tempat pengungsian pasca insiden penembakan Desember tahun lalu,”bebernya.

Menurut Aloysius, pada prinsipnya dirinya sangat berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat Nduga kembali normal. Hanya saja, yang diinginkan memastikan Pemerintah Daerah setempat, dalam hal ini Bupati Nduga harus memberi jaminan keamanan agar para petugas kesehatan bisa nyaman bekerja melayani masyarakat di setiap Puskesmas/Pustu.

“Saya malah berencana kerjasama dengan Tim Kesehatan dari Kemenkes untuk menurunkan tim kesehatan ke Nduga yang lebih banyak dan menghimbau semua petugas kesehatan yang tinggalkan Nduga kembali ke tempat tugas. Yang penting Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati harus memberi jaminan keamanan bagi petugas kesehatan. Kita juga tidak mau terjadi apa-apa dengan petugas kita,” tandasnya. (Julia)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply