Home > Berita > Sekeluarga Mantan Anggota TPN/OPM Nyatakan Diri Kembali ke NKRI

Sekeluarga Mantan Anggota TPN/OPM Nyatakan Diri Kembali ke NKRI

Caption Foto: Danrem 172/PWY Kolonel Inf J.B.P. Sianipar, Wakil Walikota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, Kepala Pos PLBN RI-PNG Yan Numberi,Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif PR 328/Dirgahayu,Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) saat menerima satu pucuk senjata dari AK. (Carlos/Bisnis Papua)

JAYAPURA (Bisnis Papua)- Satu keluarga mantan anggota TPN/OPM (Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka) berinisial AK, PGK (Istri AK), NGK (Anak AK), PK (Anak AK), SK (Anak AK), AG (Menantu AK) dan MG (Istri AG) mengikrarkan diri kembali kepangkuan Negara Republik Indonesia (NKRI).
Selama ini sekeluarga tinggal di hutan yang berada  di wilayah Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Kembalinya mereka ke Pangkuan NKRI dibuktikan dengan menyerahkan satu pucuk senjata jenis M16 A1 dan 7 butir munisi kaliber 5.56 mm yang terima langsung
Danrem 172/PWY selaku Dankolakops Kolonel Inf J.B.P. Sianipar disaksikan Wakil Walikota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, Kepala Pos PLBN RI-PNG Yan Numberi dan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif PR 328/Dirgahayu,Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) beserta Forkopimda Kota Jayapura.  Jumat (25/1/2019).

Dankolakops (Danrem)172/PWY Kolonel Inf J.B.P. Sianipar mengatakan semuanya adalah warga negara Indonesia dan merupakan saudara kita yang harus diterima kembali.

“Berkat adanya komunikasi yang baik dari Satgas selama ini lewat kegiatan teritorial, sehingga saudara-saudara kita ini mau kembali dan menyatakan diri untuk bergabung kembali ke Indonesia,” ujar Danrem di Skouw.
Kata Kolonel Sianipar dari pengakuan mereka (anggota TPN/OPM-red) kepada pihaknya, bahwa mereka sudah lama ingin kembali ke NKRI, namun tidak ada yang memfasilitasi keinginannya.
“Oleh karenanya, personel Satgas Pamtas  328/DGH melaksanakan komunikasi sosial dan teritorial dengan memberikan bahan-bahan pokok dan pangan serta melakukan pengobatan kepada salah satu keluarga mantan TPN/OPM yang dilakukan secara rutin,” bebernya.

Salah satu mantan TPN/OPM berinisial AK menuturkan, Personel Satgas sudah banyak melakukan bantuan terhadap keluarganya, sehingga ia berkeinginan kuat untuk kembali ke pangkuan NKRI dengan menyerahkan senjata jenis M16 A1 miliknya kepada Satgas Yonif PR 328/DGH
“Kami selama ini sangat susah hidup di hutan dan  perjuangannya  selama ini ternyata hanyalah sia-sia dan tidak ada artinya. Sehingga saya dan keluarga kembali ke NKRI dan ingin hidup normal di tengah masyarakat,” akunya.
Ia menuturkan, keluarganya ingin diakui sebagai warga Negara Indonesia (WNI) dengan memiliki KTP Penduduk Indonesia dikarenakan ia dan keluarganya belum memiliki KTP dan ingin anak-anaknya dapat bersekolah. Serta ingin mempunyai tempat tinggal yang layak bagi keluarganya
“Jadi saya pikir-pikir jika seperti itu terus, seperti tinggal di hutan dan anak-anak tidak bersekolah dengan baik. Oleh karena itu saya meminta tolong ke Satgas agar dapat membantu beasiswa anak-anak saya sekolah dan bisa membantu saya mendapatkan rumah sehingga saya ingin menyerahkan diri kembali disini (NKRI),” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, mengucapkan terima kasih kepada Dansatgas Pamtas Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) beserta personilnya
“Kami rasa melalui pendekatan dan komunikasi yang begitu baik dari satgas, sehingga saudara kita menyatakan suatu sikap dan suatu komitmen untuk kembali dengan penuh kesadaran kembali ke Pangkuan NKRI,” kata Rustan Saru. (char)

 

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply