Tuesday , November 20 2018
Home > Berita > Tokoh Mamra : Penyaluran Dana Otsus Ditempat Kami Tak Tepat Sasaran

Tokoh Mamra : Penyaluran Dana Otsus Ditempat Kami Tak Tepat Sasaran

Caption foto : Tokoh masyarakat Mamberamo Raya Yulianus Wau Abaruda (resty/Bisnis Papua)

JAYAPURA (Bisnis Papua) – Tokoh masyarakat Kabupaten Mamberamo Raya (Mamra) yang juga sebagai tokoh agama Yulianus Wau Abaruda mengungkapkan selama ini penyaluran dana Otonomi Khusus (otsus) kepada masyarakat Mamberamo raya tidak tepat sasaran, terutama di bidang pendidikan.
“Dana 80 % dari pendidikan sangat tidak berguna. Tidak hanya itu kesehatan dan infrastruktur tidak juga ada,”ungkapnya,Kamis (1/11/2018)
Dirinya mempertanyakan dana otsus 80% untuk Kabupaten Mamra dikemanakan selama ini oleh pemerintah daerah setempat. Sedangkan hingga kini masyarakat disana masih menderita.
“Apa yang pernah disampaikan Bupati pada tahun 2016 yang akan mendatangkan guru kontrak dan membangun sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA sampai saat ini tidak ada sama sekali,” ucap Yulianus.

Lanjutnya, hingga kini masyarakat masih menantikan adanya perubahan yang terealisasi dari Bupati Dorinus Dasinapa. Namun harapan tinggallah harapan, yang pada akhirnya masyarakat mengambil inisiatif sendiri untuk mendatangkan guru kontrak ke Mamberamo Raya.
“Kami datangkan dari Yogjakarta dan Sumatera dengan berbekal  dari swadaya masyarakat sendiri, itu di  Kampung Vouw Distrik Dabra,”ungkapnya.

Tidak hanya itu belakangan ini Bupati telah mengeluarkan SK pengangkatan guru di Mamberamo Raya. Namun proses pengangkatan itu, tidak ada lebih dari 10 orang anak anak asli Mamra yang diangkat dan berstatuskan ijazah guru untuk mengabdi di kampung mereka sendiri.
“Yang diangkat malah yang tidak berlatar belakang pendidikan. Bagaiamana mereka mau berkembang,”ujarnya dengan nada kesal.

Kemudian dalam penyaluran dana bagi mahasiswa Mamberamo Raya yang berjumlah milyaran rupiah tidak nampak dan bahkan tidak sampai ke mahasiswa.

“Uang itu rupanya dipakai untuk berfoya – foya di  Jayapura. Penyaluran dana ini tidak teratur. Tidak ada mahasiwa Mamra yang mempunyai asrama di luar Papua prihatin sekali,”jelas Yulianus
Kata dia, hal ini membuktikan bahwa pemerintah Mamberamo Raya tidak becus dalam mengurus daerahnya. Bukan hanya uang yang menjadi hak rakyat yang di caplok. Bahkan saat ini wilayah Mamra juga ikut di caplok.
“Masyarakat Mamra saat ini sedang menangis dan bertanya dimana uang kami, kapan kami bisa merasakan daerah kita maju seperti daerah lain,”ucapnya.

Untuk itu Yulianus meminta kepada pemerintah Provinsi, MRP dan DPR Papua untuk melihat dan mengambil langkah cepat dalam mengatasi polemik di Mamberamo Raya.
“Tolong penggunaan dana ini back up juga oleh pemerintah provinsi untuk di monitoring. Kami sangat tertinggal, hak kami juga tidak diberikan,”ucapnya. (res)

About Odeodata H Julia

Leave a Reply