Tuesday , December 11 2018
Home > Berita > Waktu Pelaksanaan Test CPNS Papua Tak Sama Dengan Daerah Lain

Waktu Pelaksanaan Test CPNS Papua Tak Sama Dengan Daerah Lain

foto : Ist

 

 

 

JAKARTA (Bisnis Papua) – Usulan pelaksanaan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di provinsi papua dan 29 kabupaten/kota 2018 dengan cara offline atau manual digunakan untuk menghindari praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Selain itu juga usulan ini untuk distribusi SDM Orang Asli Papua secara merata di seluruh wilayah.

“Sampai hari ini, di Papua, ada suku tertentu, keluarga tertentu di wilayah tertentu yang belum satu pun jadi PNS. Dan ketika dia diperlombakan dengan tingkat kemajuan (melalui media online—Red.), maka ia akan terus tersingkir dalam sejarah bangsa ini,”kata  Ketua Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom, SE.M.Si kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

Lanjutnya, saat ini yang bisa berbagi kue secara adil adalah  kepala daerah.  “Tetapi tentu saja mulai dari sekarang, kita akan persiapkan agar ke depan orang Papua bisa bersaing secara nasional dan globa,” ucap Befa yang juga Bupati Lanny Jaya.

Penyampaian ini disampaikan terkait pertemuan tertutup antara Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH bersama puluhan bupati/walikota se-Papua dengan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo di Istana Bogor, akhir pekan kemarin Jumat (5/10/2018).

Juga Butuh Non Papua

Lanjutnya kendati dilakukan secara offline, tentu saja kuota kebutuhan PNS di Papua tetap melibatkan orang luar atau non Papua, terutama di bidang-bidang teknis.

“Para dokter dan tenaga kesehatan, para guru, yang setia mengabdi di Papua dari suku mana saja, punya kesempatan yang sama mengikuti test CPNS. Porsinya tentu pemerintah daerah yang tahu, siapa-siapa yang layak, yang melayani sepenuh hati hari ini, dan mereka layak tinggal dan mengabdi di Papua,”bebernya.

Nantinya dalam waktu dekat, Gubernur dan Kemenpan – RB akan melakukan regulasi bagaimana tata cara penerimaan secara manual tersebut.

“Jadi tunggu saja, tata cara manualnya akan disepakati, tanggalnya akan diumumkan. Tentu saja waktu pelaksanaan tidak bersamaan dengan test online daerah lain. Segera, dalam waktu secepatnya. Kita berharap para staf gubernur khususnya SKPD terkait bisa bekerja lebih cepat,”tukasnya.

Sementara itu terkait tenaga honorer K2 di Papua yang tengah menunggu proses pengangkatan menjadi CPNS, Befa menjelaskan hal tersebut juga telah disampaikan Gubernur Papua dalam rapat tertutup bersama Presiden Joko Widodo.

“Intinya, kami bersama gubernur sudah menyampaikan isi hati para pencari kerja, terutama orang Asli Papua kepada Presiden tentang mekanisme test CPNS manual atau offline. Presiden sudah memerintahkan kepada jajarannya dan kementerian terkait agar mengakomodir usulan pemerintah dan masyarakat Papua itu. Semua akan diatur di daerah,”pungkasnya. (Julia)

 

 

 

About Odeodata H Julia

Leave a Reply